Posted by: sutan r.h. manurung | May 28, 2012

Laporan Auditor dengan Paragraf Penjelasan

Menurut Arens :

The following are the most important causes of the addition of an explanatory paragraph or a modification in the wording of the standard unqualified report:

  1. Lack of consistent application of generally accepted accounting principles
  2. Substantial doubt about going concern
  3. Auditor agrees with a departure from promulgated accounting principles
  4. Emphasis of a matter

The first four reports all require an explanatory paragraph. In each case, the three standard report paragraphs are included withoutmodification, and a separate explanatory paragraph follows the opinion paragraph

  1. Reports involving other auditors

Only reports involving the use of other auditors use a modified wording report. This report contains three paragraphs, and all three paragraphsare modified.

 

 

 

 

Paragraf Penjelasan / Explanatory Paragraph.

 

  1. Pendapat auditor sebagian didasarkan atas laporan auditor independen lain (paragraf 12 dan 13).

Pendapat Auditor Sebagian Didasarkan atas Laporan Auditor Independen Lain

12 Apabila auditor memutuskan untuk membuat pengacuan ke laporan auditor independen lain sebagai sebagian dari dasar bagi pernyataan pendapatnya, ia harus menjelaskan kenyataan ini dalam paragraf pengantar dalam laporannya dan ia harus mengacu ke laporan auditor lain dalam pernyataan pendapatnya. Pengacuan ini merupakan petunjuk adanya pemisahan tanggung jawab dalam pelaksanaan audit. (Lihat SA Seksi 543 [PSA No. 38] Bagian Audit Dilaksanakan oleh Auditor Independen Lain).
berarti Modifikasi pada Opening or Introductory Paragraph

Contoh :

Kami telah mengaudit neraca konsolidasian perusahaan KXT dan anak perusahaannya tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1, serta laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggungjawab manajemen perusahaan. Tanggungjawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami tidak mengaudit laporan keuangan perusahaan PQR, suatu anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Perusahaan KXT, yang laporan keuangannya menyajikan total aktiva sebesar Rp …….. dan Rp …….. berturut-turut pada tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1, dan total pendapat sebesar Rp …… dan Rp ….. untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan jumlah-jumlah untuk perusahaan PQR, semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut.

 

 

Arens :

 

Reports Involving Other Auditors

When the CPA relies on a different CPA firm to perform part of the audit, which is common when the client has several widespread branches or subdivisions, the principal CPA firm has three alternatives. Only the second is an unqualified report with modified wording.

1. Make No Reference in the Audit Report When no reference is made to the other auditor, a standard unqualified opinion is given unless other

circumstances require a departure. This approach is typically followed when the other auditor audited an immaterial portion of the statements, the other auditor is well known or closely supervised by the principal auditor, or the principal auditor has thoroughly reviewed the other auditor’s work.

The other auditor is still responsible for his or her own report and work in the event of a lawsuit or SEC action.

2. Make Reference in the Report (Modified Wording Report) This type of report is called a shared opinion or report. A shared unqualified report is appropriate when it is impractical to review the work of the other auditor or when the portion of the financial statements audited by the other CPA is material in relation to the whole.. Notice that the report does not include a separate paragraph that discusses the shared responsibility, but does so in the introductory paragraph and refers to the other auditor in

the scope and opinion paragraphs. The portions of the financial statements audited by the other auditor can be stated as percentages or absolute

amounts.

3. Qualify the Opinion A qualified opinion or disclaimer, depending on materiality, is required if the principal auditor is not willing to assume any

responsibility for the work of the other auditor. The principal auditor may also decide that a qualification is required in the overall report if the other auditor qualified his or her portion of the audit. Qualified opinions and disclaimers are discussed in a later section.

 

  1. Untuk mencegah agar laporan keuangan tidak menyesatkan karena keadaan-keadaan yang luar biasa, laporan keuangan disajikan menyimpang dari suatu prinsip akuntansi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (paragraf 14 dan 15)

 

Penyimpangan dari Prinsip Akuntansi yang DitetapkanSecara Formal oleh Badan yang Berwenang

 

14 Aturan 203 [Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik Seksi 203] menyatakan berikut ini:

Anggota Kompartemen Akuntan Publik (KAP) tidak diperkenankan:

  1. Menyatakan pendapat atau memberikan penegasan bahwa laporan keuangan atau data keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau
  2. Menyatakan bahwa ia tidak menemukan perlunya modifikasi material yang harus dilakukan terhadap laporan atau data tersebut agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku,

15 Apabila keadaaan seperti dimaksudkan pada paragraf 14 timbul, maka laporan auditor harus mencantumkan informasi mengenai hal tersebut dalam paragraf terpisah

 

Contoh dari Arens :

 

 

 

Lihat Audit Report PT Telkom, sesudah Paragraf Opini

 

 

Consistency Versus Comparability The auditor must be able to distinguish between changes that affect consistency and those that may affect comparability but do not affect consistency. The following are examples of changes that affect consistency and therefore require an explanatoryparagraph if they are material:

1. Changes in accounting principles, such as a change from FIFO to LIFO inventory valuation

2. Changes in reporting entities, such as the inclusion of an additional company in combined financial statements

3. Corrections of errors involving principles, by changing from an accounting principle that is not generally acceptable to one that is generally acceptable, including correction of the resulting error

 

Changes that affect comparability but not consistency and therefore need not be included in the audit report include the following:

1. Changes in an estimate, such as a decrease in the life of an asset for depreciation purposes

2. Error corrections not involving principles, such as a previous year’s mathematical error

3. Variations in format and presentation of financial information

4. Changes because of substantially different transactions or events, such as new endeavors in research and development or the sale of a subsidiary

Items that materially affect the comparability of financial statements generally require disclosure in the footnotes. A qualified audit report for inadequate disclosure may be required if the client refuses to properly disclose the items.

 

 

 

 

  1. Jika terdapat kondisi dan peristiwa yang semula menyebabkan auditor yakin tentang adanya kesangsian mengenai kelangsungan hidup entitas, namun setelah mempertimbangkan rencana manajemen, auditor berkesimpulan bahwa rencana manajemen tersebut dapat secara efektif dilaksanakan dan pengungkapan mengenai hal itu telah memadai.13.

 

Notes : bila terdapat masalah going concern, tapi terdapat rencana manajemen, laporan bisa saja berbentuk Wajar Dengan Pengecualian

 

 

Arens :

the existence of one or more of the following factors causes uncertainty about the ability of a company to continue as a going concern:

1. Significant recurring operating losses or working capital deficiencies

2. Inability of the company to pay its obligations as they come due

3. Loss of major customers, the occurrence of uninsured catastrophes such as an earthquake or flood, or unusual labor difficulties

4. Legal proceedings, legislation, or similar matters that have occurred that might jeopardize the entity’s ability to operate

 

 

Auditing standards permit but do not require a disclaimer of opinion when there is substantial doubt about going concern. The criteria for issuing a disclaimer of opinion instead of adding an explanatory paragraph are not stated in the standards, and this type of opinion is rarely issued

in practice. An example for which a disclaimer might be issued is when a regulatory agency, such as the Environmental Protection Agency, is considering a severe sanction against a company and, if the proceedings result in an unfavorable outcome, the company will be forced to liquidate.

 

 

 

 

Notes : Ada kondisi yang lebih dari satu, sehingga tabel di atas tidak mutlak menjadi acuan

 

 

  1. Di antara periode akuntansi terdapat suatu perubahan material dalam penggunaan prinsip akuntansi atau dalam metode penerapannya (paragraf 16 s.d. 18).

Ketidakkonsitensian

 

16 Laporan auditor bentuk baku secara tersirat menyatakan bahwa auditor puas bahwa daya banding laporan keuangan di antara periode-periode akuntansi tidak secara material dipengaruhi oleh perubahan dalam prinsip akuntansi dan bahwa prinsip akuntansi tersebut telah diterapkan secara konsisten di antara dua periode atau lebih, baik karena (a) tidak terjadi perubahan prinsip akuntansi, atau (b) telah terjadi suatu perubahan prinsip akuntansi atau metode penerapannya, namun dampak perubahan atas daya banding laporan keuangan tidak material. Dalam hal ini, auditor tidak perlu menyatakan konsistensi dalam laporannya.

Namun, jika terjadi perubahan prinsip akuntansi atau metode penerapannya yang mempunyai akibat material terhadap daya banding laporan keuangan perusahaan, auditor harus menyatakan perubahan tersebut dalam paragraf penjelasan di dalam laporannya. Paragraf penjelasan tersebut (setelah paragraf pendapat) harus menunjukkan sifat perubahan dan mengacu ke catatan atas laporan keuangan yang membahas secara rinci perubahan tersebut. Persetujuan auditor terhadap suatu perubahan bersifat tersirat kecuali jika auditor mengecualikan perubahan tersebut dalam menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Jika terdapat suatu perubahan prinsip akuntansi, juga ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh auditor (lihat paragraf 50 s.d. 57).

18 Tambahan paragraf penjelasan dalam laporan auditor harus dicantumkan dalam laporan auditor atas laporan keuangan tahun berikutnya, jika tahun terjadinya perubahan disajikan dan dilaporkan. Namun, jika perubahan akuntansi dipertanggungjawabkan dengan cara penyajian kembali laporan keuangan yang terpengaruh, paragraf tambahan harus disajikan hanya dalam tahun terjadinya perubahan, karena, dalam tahun-tahun berikutnya, semua periode yang disajikan akan dapat dibandingkan.

 

 

  1. Keadaan tertentu yang berhubungan dengan laporan auditor atas laporan keuangan komparatif (paragraf 68, 69 dan 72 s.d. 74).

Pendapat atas Laporan Keuangan Periode yang Lalu Berbeda dengan Pendapat yang Dinyatakan Sebelumnya.

68 Jika, dalam audit sekarang, auditor menemukan keadaan atau peristiwa yang berdampak material terhadap laporan keuangan periode sebelumnya, ia harus mempertimbangkan semua hal bila ia memutakhirkan laporannya atas laporan keuangan periode sebelumnya tersebut. Sebagai contoh, jika auditor sebelumnya menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapt tidak wajar atas laporan keuangan periode sebelumnya karena adanya penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, dan laporan keuangan periode sebelumnya disajikan kembali untuk disesuaikan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, auditor yang memutakhirkan laporannya atas laporan keuangan periode sebelumnya tersebut harus menunjukkan bahwa laporan keuangan tersebut telah disajikan kembali dan harus memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan yang disajikan kembali tersebut

69 Jika, dalam laporan auditor yang telah dimutakhirkan, pendapat auditor berbeda dengan pendapat yang sebelumnya dinyatakan atas laporan keuangan periode sebelumnya, auditor harus menjelaskan semua alasan yang mendukung perbedaan pendapat dalam paragraf penjelasan yang disajikan terpisah sebelum paragraf pendapat.24 Paragraf penjelasan harus menjelaskan (a) tanggal laporan auditor sebelumnya, (b) tipe pendapat yang sebelumnya dinyatakan oleh auditor, (c) keadaan atau peristiwa yang menyebabkan auditor menyatakan pendapat yang berbeda (d) pendapat auditor yang telah dimutakhirkan atas laporan keuangan berbeda dengan pendapat yang diberikan dalam periode sebelumnya atas laporan keuangan tersebut. Berikut ini adalah contoh paragraf penjelasan yang cocok jika auditor menerbitkan laporan yang dimutakhirkan atas laporan keuangan periode sebelumnya yang berisi pendapat yang berbeda dengan pendapat yang diberikan sebelumnya.

 

 

Laporan Auditor Independen

 

[Pihak yang dituju oleh auditor]

 

[Sama dengan paragraf pertama laporan auditor bentuk baku]

 

Dalam laporan kami bertanggal 1 Maret 20X2, kami menyatakan pendapat bahwa laporan keuangan tahun 20X1 tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia karena penyimpangan dari prinsip akuntansi tersebut. Penyimpangan ini meliputi pengakuan aktiva tetap sebesar nilai yang ditentukan oleh manajemen dan pembebanan biaya penyusutan berdasarkan nilai tersebut. Sebagaimana diuraikan dalam Catatan X, perusahaan telah mengubah metode akuntansi pengukuran aktiva tetap tersebut dan menyajikan kembali laporan keuangan tahun 20X1 agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Oleh karena itu, pendapat kami sekarang atas laporan keuangan tahun 20X1, seperti yang disajikan dalam laporan ini, berbeda dengan pendapat yang kami nyatakan dalam laporan kami sebelumnya.

 

Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan perusahaan KXT tanggal 31 Desember 20X2, dan 20X1, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan publik]

 

[Tanggal]

 

 

Laporan Auditor Pendahulu

 

70 Auditor pendahulu biasanya akan berada dalam posisi untuk menerbitkan kembali laporannya atas laporan keuangan periode sebelumnya atas dasar permintaan mantan kliennya, jika ia dapat melaksanakan prosedur seperti yang dijelaskan dalam paragraf 71.25

 

 

  1. Data keuangan kuartalan tertentu yang diharuskan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) namun tidak disajikan atau tidak di-review. Lihat SA Seksi 722 [PSA No. 73] Informasi Keuangan Interim, paragraf 41.

 

 

  1. Informasi tambahan yang diharuskan oleh IAPI-Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah dihilangkan, yang penyajiannya menyimpang jauh dari panduan yang dikeluarkan oleh Dewan tersebut, dan auditor tidak dapat melengkapi prosedur audit yang berkaitan dengan informasi tersebut, atau auditor tidak dapat menghilangkan keraguan-keraguan yang besar apakah informasi tambahan tersebut sesuai dengan panduan yang dikeluarkan oleh Dewan tersebut. (Lihat SA Seksi 558 [PSA No. 50] Informasi Tambahan yang Diharuskan, paragraf 02).

 

Lihat PSA 558

 

  1. Informasi lain dalam suatu dokumen yang berisi laporan keuangan auditan secara material tidak konsisten dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. (Lihat SA Seksi 558 [PSA No. 50] Informasi Tambahan yang Diharuskan, paragraf 02).

 

Lihat PSA 558

 

 

Laporan Auditor yg Menyimpang dari Bentuk Baku – Qualified Opinion – Wajar Dengan Pengecualian

20 Kondisi tertentu mungkin memerlukan pendapat wajar dengan pengecualian. Pendapat wajar dengan pengecualian menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal yang berkaitan dengan yang dikecualikan. Pendapat ini dinyatakan bilamana:

  1. Ketiadaan bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit yang mengakibatkan auditor berkesimpulan bahwa ia tidak dapat menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian dan ia berkesimpulan tidak menyatakan tidak memberikan pendapat (paragraf 22 s.d. 34).
  2. Auditor yakin, atas dasar auditnya, bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yang berdampak material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat tidak wajar (paragraf 35 s.d. 57).

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: