Posted by: sutan r.h. manurung | April 5, 2011

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE – 14/PJ.53/2000 TENTANG BEA METERAI ATAS EFEK DAN SEKUMPULAN EFEK DENGAN NAMA DAN DALAM BENTUK APAPUN

DEPARTEMEN  KEUANGAN  REPUBLIK  INDONESIA
DIREKTORAT  JENDERAL  PAJAK
___________________________________________________________________________________________
8 Juni 2000

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE – 14/PJ.53/2000

TENTANG

BEA METERAI ATAS EFEK DAN SEKUMPULAN EFEK DENGAN NAMA DAN DALAM BENTUK APAPUN

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Sehubungan dengan Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2000 tentang
Perubahan Tarif Bea Meterai dan Besarnya Batas Pengenaan Harga Nominal Yang Dikenakan Bea Meterai
yang berlaku mulai 1 Mei 2000, dengan ini diberitahukan hal-hal sebagai berikut :

1.    Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun dikenakan Bea Meterai berdasarkan harga nominal
per lembar, misalnya obligasi dan commercial paper.

2.    Sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang tercantum dalam surat kolektif
dikenakan Bea Meterai berdasarkan jumlah harga nominal atas sekumpulan efek tersebut, misalnya
saham yang tercantum dalam Surat Kolektif Saham.

3.    Besarnya tarif Bea Meterai atas efek dan sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun
adalah sebagai berikut :
3.1.    Yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) dikenakan
Bea Meterai sebesar Rp 3.000,- (tiga ribu rupiah).
3.2.    Yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) dikenakan Bea
Meterai sebesar Rp 6.000,- (enam ribu rupiah).

4.    Saat terhutang Bea Meterai atas efek dan sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun
adalah pada saat efek dan sekumpulan efek tersebut diserahkan pertama kali kepada investor,
sehingga pada saat transaksi di pasar sekunder/pasar modal dokumen tersebut sudah dilunasi Bea
Meterainya dan tidak dikenakan Bea Meterai lagi.

5.    Setiap Corporate Action yang menghasilkan dokumen baru terhutang Bea Meterai, yang harus dilunasi
Bea Meterainya pada saat dokumen tersebut akan diserahkan pertama kali kepada investor. Misalnya
apabila terjadi stock split pada saham PT X yang bergerak dalam bidang industri sepatu dari 100.000
lembar saham dengan harga nominal Rp 500,- per lembar saham menjadi 500.000 lembar saham
dengan harga nominal Rp 100,- per lembar saham, maka atas terbitnya saham baru sebanyak
500.000 lembar saham yang terwakili dalam 1.000 Surat Kolektif Saham (SKS) harus dilunasi Bea
Meterainya sebesar Rp 3.000.000,- (tiga juta rupiah) pada saat akan diserahkan untuk pertama kali
kepada investor.

6.    Pihak yang mempunyai kewajiban untuk melunasi Bea Meterai yang terhutang atas efek dan
sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun adalah pihak investor, kecuali pihak-pihak
yang bersangkutan menentukan lain.

7.    Dalam hal saham yang diperoleh dari pasar sekunder/pasar modal dan akan dicatatkan untuk
memperoleh hak-hak sebagai pemegang saham yang memerlukan Surat Kolektif Pengganti, atas
terbitnya Surat Kolektif Pengganti tersebut tidak dikenakan Bea Meterai.

Demikian untuk dilaksanakan dan disebarluaskan kepada para Wajib Pajak di wilayah kerja masing-masing.

DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd

MACHFUD SIDIK


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: